Data Warga Miskin Penerima Bansos Covid-19 Tumpang Tindih, Disnosnangkis Bandung Gencar Validasi

 


Baca Juga: Cek Kepastian Bansos PKH Tahap 4 Dicairkan Oktober atau Desember

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis), Kota Bandung, Tono Rusdiantono, menyebutkan sekira 238.000 orang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi. Menurut data yang dimiliki Dinsosnangkis, jumlah tersebut dinyatakan miskin baru dan sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Pemerintah menghadirkan berbagai program sebagai upaya membantu keberlangsungan ekonomi masyarakat.

Program tersebut berupa bantuan sembako dari presiden, sembako dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan bantuan uang tunai dari Pemerintah Kota Bandung.

Dalam hal ini, Dinsosnangkis memiliki tugas untuk melakukan verifikasi dan validasi data, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Pendataan yang dilakukan Dinsosnangkis, terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19, dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT).

Sebelum sampai di Dinsosnangkis, data tersebut diolah terlebih dahulu oleh pihak kelurahan, daftar nama penerima bantuan kemudian diverifikasi dan ditinjau ulang. Akan tetapi, temuan di lapangan menunjukan banyak data yang tidak memenuhi kriteria, bahkan demi mendapatkan bantuan beberapa warga mengaku menjadi masyarakat miskin.

Beberapa kasus lainnya seperti penerima telah pindah alamat atau orang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Sehingga, pihaknya menyaring kembali daftar penerima bantuan dan diprioritaskan kepada orang yang sangat memerlukan.

"Kami berjibaku dengan data. Mana yang layak, mana yang tidak. Ada juga data yang tidak lengkap alamatnya," ujar Tono sebagaimana dikutip Prbandungraya.pikiran-rakyat.com dari situs resmi Humas Pemerintah Kota Bandung.

Tono menjelaskan, sejauh ini Dinsosnangkis tidak mendapatkan keluhan yang berlebihan dari masyarakat, adapun segelintir warga yang mengeluh dapat dijawab melalui data yang valid.

Akan tetapi, pihaknya mengatakan ada sebagian warga yang melapor hingga ke pihak Kementerian, dan mengaku tidak mendapatkan bantuan.

Setelah dicek oleh tim lapangan, ternyata hal tersebut tidak benar, bahkan warga tersebut mendapatkan lebih dari satu bantuan.

Sebagaimana diketahui, Dinsosnangkis telah melalui proses audit oleh badan Inspektorat, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ada temuan, atau data yang mengarahkan terhadap penyalahgunaan bantuan.*** sc: pikiran-rakyat.com

1 Komentar untuk "Data Warga Miskin Penerima Bansos Covid-19 Tumpang Tindih, Disnosnangkis Bandung Gencar Validasi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

3

Iklan Bawah Artikel 4