Tangis Pilu Bocah Korban Gempa Minta Tolong Selamatkan Saudaranya: Masih Ada Suaranya

 


Dari balik reruntuhan, bocah korban gempa di Majene, Sulawesi Barat yang bernama Angel tersebut meminta petolongan sambil menangis dan suaranya bergetar.

 

Puing-puing bangunan yang menimpanya membuat tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. Di lokasi kejadian, ia terkulai lemas ditemani boneka berwarna merah muda dan seseorang diduga saudaranya.

 

Seorang warga mencoba mengajak Angel berbicara sambil menunggu proses evakuasi bisa dijalankan. Angel mengaku masih mendengar suara dari orang di sebelahnya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya.

"Siapa nama kau dek?," tanya warga tersebut.

"Angel," jawab bocah tersebut dengan suara bergetar.

"Siapa itu di sebelah kau?," tanya warga itu lagi.

"Chatrine, ada suaranya ini tapi susah," kata Angel sambil menangis.

Angel juga tampak merintih kesakitan dan syok dengan kondisinya. Melihat hal tersebut, warga itu pun memintanya untuk bersabar sambil menunggu bantuan datang.

 

Sebab, kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk mengevakuasi langsung orang-orang yang terjebak di dalam rerentuhan itu karena tidak adanya alat berat.

 

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi di wilayah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat pukul 01.28 WIB menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan.

 

Untuk wilayah Majene, gempa juga memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus dan mengakibatkan kerusakan 62 rumah rusak, satu puskesmas, dan bangunan Kantor Danramil Malunda.

 

BPBD sudah mendata dan mengevakuasi warga yang terdampak bencana serta mendirikan tempat pengungsian. Menurut laporan BPBD korban bencana membutuhkan bantuan pangan pokok, selimut, tikar, tenda, terpal, serta pelayanan medis.

 

Belum ada Komentar untuk "Tangis Pilu Bocah Korban Gempa Minta Tolong Selamatkan Saudaranya: Masih Ada Suaranya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

3

Iklan Bawah Artikel 4